Pendahuluan
Sekitar tahun 1980-an, wilayah Cimara belum memiliki Sekolah Menengah Pertama. Lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikan harus menempuh perjalanan cukup jauh. Pada masa itu, satu-satunya SMP yang dapat dijangkau masyarakat adalah SMP Cibingbin dengan jarak sekitar 6–7 kilometer.
Keterbatasan sarana transportasi dan kondisi jalan yang kurang baik membuat sebagian besar siswa harus berjalan kaki. Kondisi tersebut menyebabkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP masih terbatas.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatnya taraf ekonomi, animo untuk melanjutkan sekolah semakin tinggi. Atas inisiatif Kuwu Cimara saat itu, Bapak Artawijaya, bersama para tokoh masyarakat Cimara, diajukan permohonan kepada pemerintah untuk membuka sebuah SMP di wilayah tersebut.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 1984, berdirilah SMP Negeri Cimara yang untuk sementara menempati beberapa ruang kelas milik SDN 1 Cimara.
🕰️ Perjalanan Sejarah Sekolah
🏫 Berdirinya SMP Negeri Cimara
Atas perjuangan tokoh masyarakat Cimara, pemerintah merespons kebutuhan pendidikan dengan mendirikan SMP Negeri Cimara. Kegiatan pembelajaran pada awalnya berlangsung dengan memanfaatkan beberapa ruang kelas SDN 1 Cimara.
🏗️ Menempati Gedung Baru
Gedung Unit Baru SMPN Cimara dibangun di sebelah SD. Tepat pada 28 Maret 1985, siswa-siswi SMPN Cimara resmi menempati gedung baru yang telah dilengkapi sarana dan prasarana.
Tenaga pengajar sementara didatangkan dari SMPN Cibingbin dan sebagian berasal dari guru honorer SD di sekitar wilayah Cimara. Kepala sekolah pada masa awal masih dijabat oleh Kepala SMPN Cibingbin, Haryono.
🎓 Angkatan Pelopor Lulus
SMPN Cimara meluluskan angkatan pelopor dengan jumlah sekitar 130 siswa. Pada periode tersebut, sekolah dipimpin oleh Bapak Sukria.
👨🏫 Periode Kepemimpinan SMP Negeri Cimara
1986 – 1988
1990 – 1990 (karena wafat)
1990 – 1997
🔄 Periode SMP Negeri 2 Cibingbin
Seiring diberlakukannya kurikulum baru dan perubahan sistem pendidikan, nomenklatur sekolah mengalami penyesuaian. SMPN Cimara berubah nama menjadi SMPN 2 Cibingbin.
Perubahan tersebut berdasarkan SK Mendikbud RI No. 034/0/1997 tentang perubahan nomenklatur SMP menjadi SLTP serta organisasi dan tata kerja SLTP. Sejak tahun pelajaran 1997/1998, nama SMPN Cimara tidak lagi digunakan dalam atribut resmi sekolah.
Cucun Sunahri — 1997–2000
Drs. Wahda — 2000–2001
🌟 Perubahan Menjadi SMPN 1 Cibeureum
Bergulirnya era reformasi dan pelaksanaan otonomi daerah membawa perubahan dalam tata pemerintahan daerah. Kemantren Cibeureum berubah menjadi Kecamatan Cibeureum.
Penamaan sekolah kemudian disesuaikan dengan wilayah kecamatan. Sejak berlakunya otonomi daerah pada 1 Januari 2001, SMPN 2 Cibingbin berubah nama menjadi SMPN 1 Cibeureum.
Periode SMPN 1 Cibeureum
Memasuki periode SMPN 1 Cibeureum, sekolah terus berkembang dan mengalami beberapa kali pergantian pimpinan. Setiap kepala sekolah memberikan kontribusi dalam perjalanan dan perkembangan sekolah.
2000 – 2001
Cigodeg, Kuningan
2001 – 2004
Lebakwangi, Kuningan
2004 – 2007
Sidapurna, Kuningan
2007 – 2013
Perumnas Kuningan
2013 – 2015
Kadugede
2015 – 2022
Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum
2022 – 2023
Plt. sementara • Kadugede, Kuningan
2023 – 2025
Cibeureum
2026 – Sekarang
Pimpinan SMPN 1 Cibeureum saat ini
Terus Tumbuh, Terus Menginspirasi
Dari SMP Negeri Cimara, SMP Negeri 2 Cibingbin, hingga menjadi SMP Negeri 1 Cibeureum.